this is my world

this is my world

Sabtu, 10 Desember 2016

Marshal MC Luhan dan Global village



Marshall McLuhan atau Herbert Marshall McLuhan adalah seorang ilmuwan komunikasi dan kritikus. Ia populer karena konsepnya tentang desa global (global village), teori medium adalah pesan (medium is the message) dan prediksinya tentang World Wide Web, 30 tahun sebelum hal tersebut ditemukan.
McLuhan adalah ilmuwan sekaligus kritikus sastra berkebangsaan Canada. Ia menggunakan puisi, fiksi, politik, teater musikal dan sejarah untuk menunjukkan bahwa teknologi yang menggunakan media membentuk perasaan, pikiran, dan tindakan manusia. McLuhan menyatakan bahwa kita memiliki hubungan yang sifatnya simbiosis dengan teknologi yang menggunakan media. Manusia menciptakan teknologi, dan sebaliknya teknologi tadi membentuk manusia. Inilah yang menjadi konsep dasar dari teori ekologi media.
Global Village adalah suatu kondisi mengenai perkembangan teknologi komunikasi dimana dunia dapat dianalogikan menjadi sebuah desa yang sangat besar dan luas. Marshall Mcluhan lah yang memperkenalkan konsep ini pada awal tahun 60 dalam tulisan-tulisan bukunya yang berjudul Understanding Media: Extension of A Man.
 Konsep ini berangkat dari pemikiran bahwa suatu saat akan ada infomasi yang sangat terbuka dan dapat diakses oleh semua orang pada masa itu. Pada masa sekarang ini, mungkin pemikiran tidak terlalu aneh, atau sudah umum.
Namun pada era 60-an ketika masih saluran TV yang dimanfaatkan, dan terbatas jangkauannya. Pemikiran ini sangat kontroversial dan aneh.
Di era global village, komunikasi antar personal akan semakin mengarah ke komunikasi massa. Mengapa? Karena apapun yang dikomunikasikan, jika informasi tersebut dikomunikasikan melalui internet maka siapa saja dapat melihatnya dan mengetahuinya.
Desa Global menjelaskan bahwa tidak ada lagi batas waktu dan tempat yang jelas. Informasi dapat berpindah dari satu tempat ke belahan dunia lain dalam waktu yang sangat singkat, menggunakan teknologi internet. McLuhan meramalkan pada saatnya nanti, manusia akan sangat tergantung pada teknologi, terutama teknologi komunikasi dan informasi. McLuhan memperkirakan apa yang kemudian terjadi pada masa sekarang, di abad ke-20 seperti saat ini.
Salah satu statement / pernyataan dari Marshall McLuhan yang paling terkenal adalah “The New Electronic Independence Re-creates The World in the Image of a Global Village”. Dalam Bahasa Indonesia berarti “Kemerdekaan Baru Elektronik Membuat Ulang Dunia Dalam Gambar dari Global Village”.


Sumber : 

- Modul kuliah Komunikasi Massa oleh Morissan. Fakultas Ilmu Komunikasi. Universitas Mercu Buana.
-  Google 2016


Agenda Setting dalam Komunikasi Massa



Pusat dari studi mengenai komunikasi massa pastilah media massa. Menurut Onong Uchjana Effendy ada beberapa fungsi dari komunikasi, hal ini juga sesuai dengan fungsi media sebagai bagian dari komunikasi massa, sebagai berikut: 
  • Menyampaikan informasi (to inform)
  • Mendidik (to educate)
  • Menghibur (to entertain)
  • Mempengaruhi (to influence) 
Media massa adalah alat yang digunakan dalam menyampaikan pesan dari sumber kepada khlayak (penerima) dengan menggunakan alat-alat komunikasi mekanis seperti surat kabar, film, radio dan televisi. Adapun karakteristik media massa ialah sebagai berikut:
  • Bersifat melembaga, pihak yang mengelola media terdiri dari banyak orang. 
  • Bersifat satu arah, komunikasi yang dilakukan kurang memungkinkan terjadinya dialog antara pengirim dan penerima. 
  • Meluas dan serempak, dapat mengatasi rintangan waktu dan jarak karena memiliki kecepatan. Bergerak secara luas dan simultan, dimana informasi yang disampaikan diterima oleh banyak orang pada saat yang sama.
  • Memakai peralatan teknis atau mekanis, seperti radio, televisi dan surat kabar.
  • Bersifat terbuka, dapat diterima oleh siapa saja dan dimana saja tanpa mengenal usia, jenis kelamin dan suku bangsa (Hafied Cangara, 2011).
Teori agenda setting merupakan teori komunikasi massa, yang melihat efek media massa terhadap masyarakat yang mengkonsumsi media tersebut. Dimulai dengan menyaring berita, informasi, tulisan atau artikel secara selektif oleh gatekeepers, mana hal yang harus diinformasikan mana hal yang harus disembunyikan. Setiap peristiwa atau isu yang dimunculkan, akan diberi bobot tertentu dalam penyajiannya kepada masyarakat.
Teori Agenda Setting yang ditemukan Maxwell McCombs dan Donal L. Shaw sekitar tahun 1968 ini berasumsi bahwa media memiliki kekuatan untuk mentransfer isu untuk mempengaruhi agenda publik. Khalayak akan menganggap isu tersebut penting apabila media menganggap isu itu penting juga (Griffin dalam Syaiful Rohim, 2009).
Stephen W. Littlejohn mengatakan, agenda setting beroperasi dalam tiga bagian sebagai berikut:
  • Agenda media itu sendiri harus diformat. Proses ini akan memunculkan masalah bagaimana agenda media itu terjadi pada waktu pertama kali
  • Agenda media dalam banyak hal memengaruhi atau berinteraksi dengan agenda publik atau kepentingan isu tertentu bagi publik. Pernyataan ini memunculkan pertanyaan, seberapa besar kekuatan media mampu memengaruhi agenda publik dan bagaimana publik itu melakukannya.
  • Agenda publik memengaruhi atau berinteraksi kedalam agenda kebijakan. Agenda kebijakan adakah pembuatan kebijakan publik yang dianggap penting bagi individu.
 Sumber : 

- Modul kuliah Komunikasi Massa oleh Morissan. Fakultas Ilmu Komunikasi. Universitas Mercu Buana. 
-  Google 2016

Uses and Gratification di dalam kehidupan.



Uses and Gratification Theory  adalah salah satu teori komunikasi dimana titik-berat penelitian dilakukan pada pemirsa sebagai penentu pemilihan pesan dan media. pemirsa dilihat sebagai individu aktif dan memiliki tujuan, mereka bertanggung jawab dalam pemilihan media yang akan mereka gunakan untuk memenuhi kebutuhan mereka dan individu ini tahu kebutuhan mereka dan bagaimana memenuhinya. Media dianggap hanya menjadi salah satu cara pemenuhan kebutuhan dan individu bisa jadi menggunakan media untuk memenuhi kebutuhan mereka, atau tidak menggunakan media dan memilih cara lain. Pendekatan ini secara kontras membandingkan efek dari media dan bukan ‘apa yang media lakukan pada pemirsanya’ (kritik akan teori jarum hipodermik, dimana pemirsa merupakan obejk pasif yang hanya menerima apa yang diberi media) Sebagaimana yang diketahui, bahwa kebutuhan manusia yang memiliki motif yang berbeda – beda. Dengan kata lain, setiap orang memiliki latar belakang, pengalaman dan lingkungan yang berbeda. Perbedaan ini, tentunya berpengaruh pula kepada pemilihan konsumsi akan sebuah media. Katz, Blumler, Gurevitch mencoba merumuskan asumsi dasar dari teori ini , yaitu : Khalayak dianggap aktif, dimana penggunaan media massa diasumsikan memiliki tujuan. Point kedua ialah, dalam proses komunikasi massa banyak inisiatif yang mengaitkan pemuasan kebutuhan dengan pemilihan media terletak pada anggota khalayak. Point ketiga, media massa harus bersaing dengan sumber – sumber lain untuk memuaskan kebutuhannya. Dimana kebutuhannya ialah untuk memuaskan kebutuhan manusia, hal ini bergantung kepada khalayak yang bersangkutan. Point keempat, banyak tujuan pemilih media massa disimpulkan dari data yang diberikan anggota khalayak. Point kelima adalah Nilai pertimbangan seputar keperluan audiens tentang media secara spesifik.
Uses and Gratication pada awalnya muncul ditahun 1940 samapai 1950 para pakar melakukan penelitian mengapa khalayak terlibat berbagai jenis perilaku komunikasi. Lalu mengalami kemunculan kembali dan penguatan di tahun 1970an dan 1980an. Para teoritis pendukung Teori Uses and Gtaification berargumentasi bahwa kebutuhan manusialah yang mempengaruhi bagaimana mereka menggunakan dan merespon saluran media. Dengan demikian kebutuhan individu merupakan titik awal kemunculan teori ini.
Teori use and gratificaion ini adalah kebalikan dari teori peluru atau jarum hipodemik. dalam teori peluru media itu sangant aktif dalam all powerfull berada audience. sementara berada dipihak pasif. Sementara dalam teori aktif use and gartification ditekankan bahwa audience itu aktif untuk memillih mana media yang harus dipilih untuk memuaskan kebutuhannya.

Sumber : 

- Modul kuliah Komunikasi Massa oleh Morissan. Fakultas Ilmu Komunikasi. Universitas Mercu Buana.
-  Google 2016